Otonymous – Perjalanan dua riders Go Out Adventure New Reveal Destination Jakarta – Timor Leste yang dilakukan oleh Bro Angga dan Bro Adnan sudah berjalan sekitar 11 hari dengan jarak tempuh yang sudah sekitar 2330 km. Dalam perjalanan sampai saat ini mereka berada di Larantuka, NTT mereka tidak menemukan kendala berarti dijalan. Segala bentuk kondisi jalan bisa mereka lewati dengan Suzuki GSX Bandit 150 dan Oli Pertamina Enduro.

Pada waktu sampai di Kota Surabaya kemarin mereka mengikuti Upacara Kemerdekaan RI di Kantor Pertamina Surabaya yang kemudian dilepas secara simbolis oleh tim Pertamina SR V untuk melanjutkan perjalanannya. Sebelum menyebrang ke Pulau Bali mereka sempatkan untuk adakan diskusi bersama teman – teman komunitas di Saddle Cafe. Dalam diskusi ini mereka memaparkan tentang visi misi dari perjalanan Go Out Adventure Reveal New Destination Jakarta – Timor Leste.

Menyeberang menuju Pulau Bali akhirnya harus mereka lakukan sedangkan rencana awalnya mereka langsung menyebrang menuju Labuhan Bajo dari Surabaya. Hal ini mereka lakukan karena mereka harus menunggu selama satu minggu dahulu untuk menyeberang ke Labuhan Bajo. Menyusuri Pulau Bali mereka lakukan dengan merekam keindahan-keindahan selama perjalanan. Di Pulau Bali mereka sempat mampir dan melihat keindahan Black Lava.

Pulau Bali mereka lewati dan menuju ke Pulau Lombok, disana mereka mengecek kondisi Suzuki GSX Bandit 150 di CSBI Mataram sebelum kembali gas ke Sumbawa Besar. Disana mereka sempatkan menikmati Tana Samawa sebuah padang savana yang mengering karena kemarau sekaligus menikmati sunset di Jembatan Samota yang kelak jembatan ini akan penghubung tembus melingkari Kota Sumbawa Besar.

Karena ada informasi perubahan jadwal kapal mereka memutuskan melanjutkan perjalanan dan mengorbankan savana Gn. Tambora dan Sembalun. Mereka menyeberang melalui Pelabuhan Dapet menuju Labuhan Bajo. Sampai di Labuhan Bajo mereka langsung menuju Bukit Cinta dan menikmati sunset disana, keesokannya mereka lanjutkan kembali perjalanan dari Labuhan Bajo menuju Ende yang berjarak sekitar 400km untuk menepatkan waktu dengan kapal yang menuju ke Larantuka.

“Inilah dilema yang harus dihadapi oleh seorang rider yang harus bisa cepat mengambil keputusan ketika ada beberapa hal yang diluar prediksi. Seperti yang kami alami untuk menepatkan waktu dengan jadwal kapal dari satu pulau ke pulau lain ternyata masih saja banyak berubah karena memang kondisi alam yang berubah. Tapi ini lah nikmat dari sebuah perjalanan dengan tantangan-tanganan tersendiri,” ujar Bro Angga (@fotofotomoto). (AQ/)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here