Istimewa
otonymous.blog – Transmisi adalah bagian penting dalam kendaraan, begitu pun pada mobil. Perawatan sangatlah penting untuk menjaga kondisi mobil tetap prima, termasuk cara penggunaan yang benar. Bila tidak dilakukan, mungkin dapat beresiko transmisi lebih cepat rusak atau transmisi bisa jebol.
Salah satu kebiasaan yang kerap kali banyak dilakukan oleh pengemudi ialah memindah transmisi ke posisi Netral saat di jalan yang menurun. Mungkin banyak yang beranggapan cara itu dilakukan agar konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih irit, namun pada kenyataannya cara itu salah besar. Sebab jika pengemudi sering melakukan hal seperti itu, dapat mengakibatkan transmisi cepat rusak bahkan kemungkinan transmisi akan jebol, karena ada pompa oli dan komponen penting lainnya.
Sementara untuk mobil bertransmisi otomatis, kebiasaan salah yang kerap dilakukan oleh banyak pengemudi ialah masih tetap mengandalkan transmisi di posisi D (Drive) saat berhenti di lampu merah atau dalam keadaan macet. Padahal sangat dianjurkan pada kondisi tersebut wajib memindahkan transmisi dari D (Drive) ke N (Netral).
Apabila kebiasaan ini terus dilakukan, usia transmisi akan lebih rendah dari yang semestinya. Karena momentum puntir terus terjadi, dapat menyebabkan karet mounting mesin dan transmisi lebih cepat haus, meskipun dampaknya jangka panjang.
Jadi bagi nymouser yang menggunakan mobil bertransmisi otomatis, bila berhenti di lampu merah yang lama atau dalam kemacetan yang parah, otonymous rekomendasikan untuk memindahkan transmisinya ke posisi Netral. Hal kecil seperti ini bila nymouser sepelekan akan berdampak besar untuk kedepannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here