otonymous.blog – Seorang wanita yang berumur sekitar 44 tahun bernama Sri Lestari atau sapaan akrabnya mbak Sri merupakan seorang wanita difabel yang tinggal di Klaten, Jawa Tengah. Walaupun seorang wanita difabel namun dia punya semangat dan kegigihan dalam menjalani hidup layaknya seperti manusia normal biasa.

Siapa sangka mbak Sri ini pernah melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor yang sudah di modifikasi ke beberapa daerah yang ada di Indonesia. Dia pernah melakukan perjalanan ke Bali, jelajahi pulau Sulawesi dan Sumatera beberapa waktu lalu.

Ada alasan khusus mengapa Mbak Sri melakukan hal ini, ternyata dalam perjalanannya dia punya misi khusus yaitu ingin membuktikan bahwa seorang difabel juga mampu melakukan aktifitas seperti manusia normal, dan selain itu dia juga memberikan motivasi, dorongan semangat kepada penyandang difabel di daerah lainnya yang kebanyakan mereka punya rasa putus asa.

Wanita yang menjadikan Bunda Teresa sebagai sosok panutannya ini ingin terus memberdayakan dirinya agar bermanfaat bagi orang lain terutama para penyandang disabilitas.

Kemarin Mbak Sri melakukan perjalanan jarak pendek menuju Madura, namun sebelumnya dia mampir disebuah Universitas swasta di Malang, pada 14/1/18 lalu. Dia  diminta untuk menjadi narasumber pada sebuah acara. Dalam paragraf penutupnya, Tari menyampaikan bahwa, difabel harus bisa bangkit dan mandiri, agar tidak menjadi beban bagi pemerintah.

Setelah dari malang Mbak Sri melanjutkan perjalanan menuju Madura yang kali ini dia akan mendatangi seorang difabel bernama Zubairy yang sudah menjadi difabel sejak 2010 di Desa Sokobenah, Laok, Sampang, Madura. Mbak Sri membawa kursi roda yang dibawa nya dari rumah untuk diserahkan.

Tak sendiri ternyata, Mbak Sri ditemani oleh team Respiro sebuah produsen pakaian berkendara yang menyalurkan dana zakatnya untuk masalah kemanusiaan. Mbak Sri dan Respiro sudah menjalin mitra sejak 2014 lalu.

Mbak Sri tidak akan berhenti untuk berbagi kepada sesama difabel. Selain itu juga untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang kepada kebaikan. Karena orang-orang yang beruntung adalah mereka yang selalu menganjurkan pada kebaikan dan kesabaran.

By Andy Qiting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here