Selasa, 23 Oktober 2018

Yuk Pahami Kenapa Penjualan Motor Melalui Jalur Lelang Jarang Dilirik Oleh Calon Pembeli, Ini Alasannya!

SHARE

Otonymous - Salah satu cara untuk mendapatkan sepeda motor bekas adalah melalui jalur lelang, ini biasanya sering dilakukan oleh para pedagang motor bekas untuk mendapatkan unit yang nantinya akan mereka jual kembali.

Dilansir dari GridOto, menurut beberapa pemain motor bekas, unit dari hasil kurang begitu diminati atau bahkan dilirik calon pembeli.

Ada beberapa faktor yang membuat calon pembeli enggan melirik sepeda motor tersebut, salah satunya karena usia motor yang rata-rata sudah di atas lima tahun. Meskipun ada yang usianya di bawah lima tahun, biasanya banyak dari model dan tipe yang kurang diminati populer saat ini.


Balai lelang biasanya banyak menyodorkan kendaraan roda dua bekas operasional perusahaan besar atau instansi pemerintahan.

Namun bagi sebagian calon pembeli yang memang khusus berburu sepeda motor lawas untuk urusan restorasi, dan lelang adalah jalur yang tepat untuk mendapatkannya.

Seperti yang kita ketahui, sepeda motor lawas sekarang sedang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia, apalagi kalau onderdilnya masih orisinil, tentu saja akan berpengaruh pada harga jual yang semakin tinggi.


Contohnya saja motor bebek lawas dari pabrikan sepeda motor Jepang, yakni Honda Astrea Grand yang saat ini sedang banyak diburu oleh para anak muda hingga orang tua.

Sebagai catatan, saat Nymouser mengikuti lelang, terkadang kondisi motor tidak sesuai dengan apa yang tertera pada tulisan yang diberikan oleh balai lelang kepada calon peserta lelang. Jadi Nymouser harus cermat dan teliti sebelum memilih unit yang akan Nymouser beli.

Meski di balai lelang jarang ditemui dalaman mesin yang di oplos seperti yang terjadi dan umum ditemui pada sepeda motor tarikan leasing, tapi tetap Nymoser harus jeli agar hasil yang Nymouser dapat tidak mengecewakan dari lelang tersebut.
SHARE

0 komentar: