Sabtu, 06 Oktober 2018

Ikutan Lucky Draw Di KUSTOMFEST 2018 Bisa Dapat Motor Custom Berbasis Harley-Davidson Sportster Evolution Bergaya Pesawat Tempur Perang Dunia II

SHARE

Otonymous - Salah satu yang paling ditunggu dan menjadi ciri khas dari setiap gelaran acara KUSTOMFEST: Indonesian Kustom Kulture Festival adalah undian lucky draw yang akan diberikan untuk satu orang pengunjung pembeli tiket. Jika pada tahun lalu, Lulut Wahyudi Director Kustomfest merancang sebuah Trike kustom yang disematkan mesin Harley-Davidson Buell dengan DNA racing dari mobil Porsche, maka berbeda lagi tahun ini. Lulut bersama dengan tim Retro Classic Cycles kembali membuat wujud lucky draw sebuah motor kustom istimewa.  

Bicara soal tema KUSTOMFEST 2018: Color of Difference ini, Lulut mencoba menerjemahkan bahwa tema ini diharapkan menjadi sebuah refleksi dari kondisi bangsa saat ini yakni dengan banyaknya perbedaan diharapkan bisa menjadi sebuah kekuatan. ”Keberagaman adalah warna sekaligus potensi kita untuk lebih kuat bersatu demi bangsa seperti halnya para pahlawan pada jaman perjuangan dulu saat mereka bahu-membahu tanpa melihat perbedaan dalam mengusir penjajah. Melalui Color of Difference diharapkan menjadi pondasi kita sebagai penggiat kustom kulture ikut menghilangkan sekat-sekat yang berpotensi untuk memecah-belah persatuan demi kemajuan Indonesia,” ucap Lulut.


Kembali ke soal motor lucky draw KUSTOMFEST 2018, semangat dan inovasinya dalam berkarya terus membuat Lulut berpikir keras menuangkan ide yang diselaraskan dengan tema soal keberagaman di dunia kustom kulture. Ide ini muncul  dari hobinya yang ditekuni saat ini yakni di dunia aero untuk bisa membawa pesan moral para penerbang jaman dulu ke ranah budaya otomotif. Saat bertandang ke museum TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala di kompleks Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Lulut  terkesima dengan performa pesawat tempur pada Perang Dunia II yaitu Mustang P-51.

Ditambah lagi, 5 Oktober, sehari sebelum penyelenggaraan KUSTOMFEST 2018 berlangsung, selalu diperingati sebagai hari lahir Tentara Nasional Indonesia. Momentum inilah yang menjadi satu landasan kuat Lulut untuk mempersembahkan karya istimewa sebagai bentuk apresiasinya terhadap jiwa patriotik para pahlawankhususnya di dunia dirgantara dalam berjuang mempertahankan keutuhan NKRI.


Pilihannya jatuh pada Harley-Davidson Sportster Evolution sebagai basis utama termasuk tetap mempertahankan sasis bawaannya dalam merealisasikan project khusus ini. Dengan rekayasa engineering kuat serta didukung craftmanship mumpuni, motor lucky draw ini tampil stylish menonjolkan karakter tangguh. Fork depan stock Sportster yang dibuat rebah 6” adalah bagian yang menjadikannya tampil sedikit liar khas Retro Classic Cycles ditambah dengan desain setang curved-bar serta tangki model peanut.

Ingin tetap mempertahankan warisan ornamen vintage dari sosok pesawat era jaman dulu, salah satu artist mural di Yogyakarta, Helly K.K.K didatangkan untuk membuat artwork pada tangki motornya yang dinamai Belo Negoro. “Kami Dedikasikan Untuk Para Pahlawan Tentara Nasional Indonesia yang Telah Berjuang Mempertahankan Kedaulatan Indonesia” itulah goresan Helly dimana tekstur tulisannya mengikuti gaya di jaman era perjuangan.


Menurut Lulut Wahyudi, filosofi dari nama Belo Negoro ini pada intinya ingin memperlihatkan bahwa untuk menghormati perjuangan para pahlawan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya mengenalkan dunia dirgantara pada kalangan muda dan penggiat kustom kulture lainnya.      

“Setiap tahun KUSTOMFEST selalu menyiapkan sebuah lucky draw yang berbeda, tahun ini sesuai tema Color of Difference ingin mengangkat keberagaman dunia kustom kulture di Tanah Air dengan memasukan sejarah dunia penerbangan Indonesia ke dalam sebuah wujud motor kustom. Dunia aero di Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang yang berhubungan dengan kustom dimana salah satu contohnya yakni pesawat TNI AU RI-X WEL adalah hasil karya anak bangsa. Ini sebuah karya yang layak untuk kita diapresiasi dan menjadi pesan moral untuk kita sebagai penggiat kustom kulture harus bisa mewarisi sisi kreativitas para pendahulu dan turut melestarikan sikap patriotik mereka dalam berjuang demi kedaulatan bangsa Indonesia,” ungkap Lulut yang membutuhkan waktu selama 28 hari dalam mewujudkannya.


Satu hal yang  berbeda sekaligus menajamkan pengaruh milter adalah desain cover jok bermaterial kain kanvas dari ransel yang lazim dipakai tentara termasuk pola pattern-nya. Makin kental, warna yang dipilihnya yakni kelir asli Green Army Tri Colors pada moncong pesawat bergaya shark moon hasil karya painter Danny Hacka dari Solo.  

Untuk mendapatkan kesempatan memenangkan motor ini pengunjung tinggal membeli tiket masuk acara KUSTOMFEST 2018: Color of Difference seharga Rp 60.000/hari sebanyak-banyaknya lalu masukkan ke kotak undian yang telah disediakan pada tanggal 6-7 Oktober 2018 di JEC.
SHARE

0 komentar: