Sabtu, 09 Juni 2018

Oli Tetap Bening Setelah Dipakai Justru Tidak Bagus, Ini Alasannya!

SHARE

Otonymous - Mudik sepertinya sudah menjadi ritual wajib bagi masyarakat Indonesua, apalagi bagi Nymouser yang memiliki kendaraan pribadi yang biasa membawa kendaraannya untuk pulang ke kampung halaman.

Nah hal pertama yang harus diperhatikan adalah oli mesin. Meskipun belum waktunya ganti oli karena kilometernya masih di bawah jadwal penggantian.


Saat mengganti oli, perlu dilihat warnanya, apakah menghitam kotor atau sama seperti oli masih baru. Pasalnya, bila oli yang sudah terpakai warnanya tetap bening seperti baru atau tidak terlalu kotor, justru itu menandakan kualitas oli tersebut tidak bagus.

"Saat oli digunakan, dan tetap bening padahal mesin bekerja beberapa kilometer, artinya oli bekerja atau tidak? Ya jelas tidaklah, karena fungsi oli melumasi," jelas Ivan Rastianto, Marketing Manager Evalube, dikutip dari Liputan6.

Lanjut Ivan, fungsi oli itu untuk mendinginkan. Gesekan mesin pasti menyababkan panas, dan jika oli melapisinya bagus, gesekan pasti dingin. "Fungsi oli melindungi , sudah pasti, dan juga membersihkan," tambahnya.


Saat terjadi pembakaran, pasti akan menimbulkan sisa karbon, dan akan menjadi kerak. Fungsi oli tersebut adalah membersihkan. Jadi, jika saat mengganti oli terlihat coklat atau hitam, artinya kerak sisa hasil pembakaran terbawa semua. "Tapu kalau oli setelah dipakai bening, berarti fungsi oli tidak baik. Tidak bagus juga efeknya untuk kendaraan," pungkasnya.

Jadi, untuk para Nymouser yang sudah merencanakan untuk mudik, oli mesin harus diperhatikan agar mesin selalu dalam kondisi prima. Sebelum berangkat dan pulang mudik, baiknya oli harus diganti, karena perjalanan jauh kinerja mesin akan menjadi lebih berat dan fungsi oli pun akan lebih berat pula.


Sumber: Liputan6
SHARE

0 komentar: