Selasa, 19 Juni 2018

Kurangi Kemacetan, Mobil Di China Akan Pasang RFID

SHARE

Otonymous - Alat transportasi yang kian berkembang, membuat jalan raya semakin terasa sempit dan sesak dengan banyaknya kendaraan. Kemacetan tidak hanya berlaku di Indonesia saja, namun ternyata di China juga mengalami hal serupa.

Untuk mengurangi kemacetan yang semakin besar, pemerintah China akan memasang Radio-Frequency Identification (RFID) pada setiap mobil warganya.


Awalnya program ini hanya bersifat sukarela. Namun mulai 2019 mendatang, program ini akan bersifat wajib. Program ini akan dimulai pada 1 Juli mendatang, yang diajukan oleh Kementerian Keamanan Publik dan Institut Riset Manajemen Trafik dari kementerian tersebut.

Dikutip dari The Verge, dengan memasang chip RFID pada kaca depan mobil baru dan perangkat pembaca yang ada di pinggir jalan, pihak berwenang bisa memperlajari masalah kemacetan dan menyelesaikan masalah tersebut.

Dengan begitu, Pemerintah China dapat mengurangi polusi yang meruoakan salah satu prioritas dari Presiden Xi Jinping.

Program ini diharapkan bisa membantu pemerintah mencegah serangan teroris menggunakan mobil. Sistem ini tidak memungkinkan pemerintah mencari tahu lokasi sebuah mobil, seperti GPS. Namun belum diketahui informasi apa saja yang akan disimpan dalam RFID selain warna mobil dan plat nomor polisi.

China bukanlah negara oertama yang mengimplementasikan sistem ini. Beberapa negara lain seperti India, Afrika Selatan, Brasil, dan Uni Emirat Arab telah menggunakan RFID untuk berbagai hal, mulai dari membayar bahan bakar, parkir, hingga tol.


Namun China akan memiliki potensi yang jauh kebih besar bila menerapkan sistem inj, mengingat ukuran wilayah negaranya yang juga lebih besar.

Selain itu, mengingat Beijing juga memiliki sejarah memata-matai warganya. Ada kekhawatiran bahwa Pemerintah China akan memanfaatkan RFID ini untuk memonitor warganya sendiri.


Sumber: Inilah
SHARE

0 komentar: